Pengertian Hidroponik Dan Sistemnya Yang Sering Dipakai Semua Orang

Pengertian Hidroponik Dan Daftar Berbagai Sistemnya Yang Banyak Dipakai – Munculnya waktu luang akibat pandemi Covid-19 membuat beberapa orang mencari kegiatan baru, salah satunya adalah bercocok tanam.

Kegiatan yang menyenangkan ini dapat dilakukan dengan 2 cara, pertama dengan cara tradisional menggunakan tanah dan kedua dengan cara modern menggunakan media non-tanah atau yang lebih dikenal dengan hidroponik.

Pada kesempatan kali ini, Gardenious ingin mengulas sedikit tentang hidroponik dan beberapa sistem yang biasa digunakan dalam pertanian hidroponik.

Apakah sahabat sedang ingin mencoba menanam sayur, berkebun atau memulai bisnis sampingan atau utama dengan hidroponik sebagai intinya? Yuk mari kita bahas satu per satu ya

Pengertian Hidroponik

Hidroponik adalah cara menanam dengan menggunakan media non-tanah atau selain tanah dengan berfokus pada pemenuhan unsur hara yang dibutuhkan tanaman yang didapat melalui media air. Dari definisi tersebut dapat kita kerucutkan bahwa air yang mengandung unsur hara tadi adalah kuncinya.

Unsur hara dalam tanah yang dibutuhkan tanaman secara garis besar dibagi menjadi 3 yaitu makro, sekunder dan mikro. Ketiga pembagian unsur hara ini harus disediakan di dalam air yang akan menjadi suplai utama dalam bercocok tanam hidroponik.

Selain Unsur hara, tingkat ph air juga sangat menentukan dalam hidroponik, rata-rata tanaman memerlukan ph air dengan larutan nutrisi dalam kategori netral atau sekitar 6.5 sampai 7.

Ibarat makan, unsur hara adalah hidangannya sedangkan ph adalah nafsu makannya, keduanya harus selalu baik agar tanaman tetap mau memakannya supaya dapat tumbuh dengan baik.

Sistem Dalam Hidroponik

Hidroponik mempunyai banyak sekali sistem dalam penggunaannya, masing masing mempunyai kelebihan dan kekurangan, kita perlu menentukan sistem yang manakah yang paling pas untuk dapat menutupi kekurangan dan memaksimalkan kelebihan yang kita punyai.

berikut adalah sistem-sistem dalam hidroponik

NFT (Nutrient Film Technique)

Sistem NFT menggunakan media gully trapesium sebagai wadah untuk menyalurkan air nutrisi, tepatnya air nutrisi tipis (film) di bagian dasar gully trapesium dialirkan terus menerus selama 24 jam sehingga akar tanaman mendapatkan suplai unsur hara non-stop.

Pengertian Hidroponik Dan Sistemnya
Cara Kerja Sistem NFT – Source/Nosoilsolution

Air nutrisi akan terus dialirkan dengan pompa ke setiap gully trapesium, instalasi gully yang sengaja dibuat miring akan membuat air terus mengalir dan kembali ke wadah penampungan air nutrisi. Adanya rongga udara di dalam gully memberikan kelebihan yaitu akar sayuran dapat mendapatkan pasokan oksigen sehingga akar sayuran menjadi semakin sehat.

DFT (Deep Flow Technique)

Sistem ini bekerja seperti halnya teknik NFT, hanya saja posisi media pengairan nutrisi tidak miring seperti NFT melainkan dibuat sejajar, fungsinya adalah supaya air nutrisi menggenang ketika pompa air dalam keadaan mati, sistem ini dikhususkan untuk daerah yang mendapat suplai listrik terbatas atau sering diadakan pemadaman. genangan air yang mengandung nutrisi diharap dapat memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman.

Pengertian hidroponik dan sistemnya
Source/GuyubTaniBlogspot

Cara kerja sistem DFT ini mirip dengan NFT yang membedakan adalah pada sudut kemiringan, dalam NFT media pengairannya dibuat miring sedangkan dalam DFT dibuat lurus supaya air nutrisi dapat menggenang.

Wick System

Wick adalah bahasa Inggris yang artinya sumbu, sistem dalam hidroponik ini memakai sumbu sebagai kunci dalam keberhasilannya. Mempunyai cara kerja yaitu  menyalurkan air nutrisi menggunakan perantara sumbu ke tanaman yang ditanam.

Pengertian Hidroponik
Source/SmartGardenGuide

Di Indonesia banyak sekali toko Hidroponik yang menjual paket penjualan starter kit hidroponik menggunakan sistem ini karena cost  yang lumayan terjangkau dan perawatan yang mudah membuatnya cocok sebagai sistem yang dapat dipakai untuk orang yang ingin memulai menanam hidroponik

Starter Kit yang biasa dijual di toko Hidroponik – Source/Bukalapak

Fertigation System

Sistem fertigasi adalah perpaduan dari dua kebutuhan tanaman yaitu fertilisasi (pemupukan) dan irigasi (pengarian), artinya tenaga yang dibutuhkan untuk memupuk dapat dikurangi karena sudah dijadikan satu dengan pengairan. Cara kerja sistem ini adalah memberikan semua unsur yang diperlukan tanaman dan diantarkan melalui pengairan secara teratur melihat kebutuhan tanaman tersebut.

Penggunaan sistem fertigasi pada tanaman cabe – Source/PakTaniDigital

Air nutrisi campuran unsur hara tersebut ditaruh di tandon air atau wadah lainnya kemudian dialirkan secara berkala dengan timer ke setiap tanaman dengan pipa dan selang drip. Fertigasi sering dikenali dengan nama fertigasi tetes karena air yang dialirkan tadi menetes dari drip ke tiap tanaman.

Demikian beberapa sistem yang sering digunakan dalam bercocok tanam dengan hidroponik, selain keempat sistem tersebut masih banyak sistem lainnya diantaranya adalah Deep Water Culture, Aeroponik, Bubbleponic dan masih banyak lainnya. apabila sahabat ingin menggunakan salah satu sistem hidroponik di atas, ada baiknya menggunakan cara yang paling pas dan sesuai kebutuhan, diskusi di kolom komentar yaa. Semangat!

Leave a Comment